Halo Bunda pembaca setia Diary Bunda…
Pasti Bunda penasaran ya kok tumben-tumbennya sih saya rajin nulis, padahal biasanya sebulan sekali. Ups… Hehehe, iya soalnya saya lagi ikutan #BPN30dayChallenge2018 yang diadakan oleh #BloggerPerempuan dan sekarang adalah hari ketiga.
Tema hari ketiga adalah “Alasan Pemilihan Nama Blog.” Nah loe… apa ya? Hahaha. Kalau blog pertama saya beri nama Catatan Bunda karena awalnya memang saya ingin mencatatkan apapun di blog tersebut. Saya pengin blog menjadi referensi pertama saya saat saya membutuhkan informasi.
Nah, blog kedua ini saya buat saat saya merasa telah membuat kesalahan pada blog pertama.
Ya, saya menulis apa aja di blog Catatan Bunda, semua tema saya tulis (kecuali otomotif dan tekhnologi). Beruntung deh ternyata blog campur-campur itu ada sebutannya yaitu lifestyle. Daan… ternyata saya nggak sendirian, banyak kok blogger lifestyle. So, saya masih bisa santai.
Hingga suatu ketika saya ingin menulis blog khusus parenting saja. Kenapa? Alasannya sudah saya cuap-cuapkan di Tema Parenting untuk Indonesia yang Lebih Baik (terima kasih jika sudah membacanya ^_^). Kebetulan juga waktu itu lagi ada promo hosting dan domain di Pro Desain untuk membuat blog di wordpress. Kesempatan tidak datang dua kali, bukan?
Terus, gimana ceritanya saya memilih Diary Bunda untuk blog ini?
Menulis Diary Sejak Kecil

Diary adalah catatan kejadian yang kita alami sehari-hari, yang membuat kita berkesan.Β
Sejak sekolah dasar saya sudah punya diary, meskipun bentuknya hanya buku kecil tapi saya suka menuliskan apapun yang saya alami di buku itu π. Adakah Bunda yang punya diary sejak kecil?
Memiliki diary sungguh sangat menyenangkan apalagi bisa kembali membacanya. Sayang diary saat saya SD sudah hilang. Kelak saya akan menyimpan diary milik anak saya agar bisa dibaca kembali ketika sudah besar.
Iya, anak saya juga punya diary. Saya membelikannya dan dia senang sekali. Apa aja ditulis, kegiatan sehari-hari hingga menulis cerita.
Sekarangsih diary bentuknya lucu-lucu, jadi lebih menyenangkan saat menulis.
Pun hingga SMP dan SMA, diary saya hilang entah kemana. Kalau diary semasa kuliah udah saya bakar karena malu kalau sampai dibaca suami.
Diary tentang isi hati saya yang sedang jatuh cinta, baper, dan lebay π .
Memiliki Diary Online

Sejak memiliki komputer, saat kuliah semester dua, saya mulai menulis diary online di aplikasi Ms. Word π. Buku diary mulai terlupakan dan beralih ke komputer.
Agar tak dibaca orang lain saya memberinya password. Naas sekali, filenya masih ada tapi paswordnya lupa. Saya sudah mencoba semua yang saya ingat tapi salah semua. Saya juga lupa isinya apa saja, yang pasti ada tentang mantan di dalamnya. Mungkin Allah gak ingin saya mengenangnya lagi π.
Dari waktu ke waktu, saya mengenal blog dan beralih menulis blog. Menggunakan blog sebagai diary online. Sayangnya blog sudah beralih fungsi dari buku harian menjadi buku mingguan, bahkan buku bulanan.
Baca juga: Kenapa Saya Menulis Blog?
Soalnya saya tidak lagi menulis setiap hari (seperti menulis diary) tapi seminggu sekali, bahkan sebulan sekali. Bahkan isinya bukan hanya kisah menarik tapi juga content placement (CP) atau sponsored post (SP) π.
Ada Apa dengan Diary Bunda

Terus… Terus… Bagaimana dengan diary bunda? Apakah akan berlanjut seperti Catatan Bunda yang curhat onlinenya nyempil di tengah-tengah CP dan SP?
Nah, pada blog Diary Bunda inilah saya ingin menuliskan segala kejadian bersama anak-anak dan keluarga yang berkesan, terutama tentang parenting.
Tahu sendiri kan, Bunda, kalau menerapkan ilmu parenting itu tidaklah mudah. Harapan saya dengan menuliskannya akan dapat menjadi catatan penting dan sejarah yang bisa saya tengok kapanpun jua. π
Selain itu, seperti diary pada umumnya saya ingin blog Diary Bunda bermanfaat layaknya diary sebagai tempat curhat. Kalaupun ada CP atau SP semoga saya bisa memperhatikan porsinya.
Yup, curhatan harus lebih banyak dari CP dan SP. Sebisa mungkin saya akan menguatkan tema parentingnya sehingga bisa membangun branding untuk diri saya.
Itu dia Bunda, alasan saya memberikan nama Diary Bunda untuk blog www.bundaeni.com. Kalau Bunda, adakah alasan khusus memberi nama blognya? Sharing yuk di kolom komentar.

1 Komentar. Leave new
[…] Hobi saya mengumpulkan buku inilah yang menjadikan saya juga suka menulis. Menulis apa saja yang berawal dari buku harian seperti yang saya ceritakan di sini. […]