Di era digital seperti sekarang, layar sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ponsel digunakan untuk berkomunikasi, laptop membantu menyelesaikan pekerjaan, sementara tablet dan komputer menjadi perangkat yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari.
Namun, pernahkah setelah berjam-jam menatap layar mata terasa sepet, perih, panas, berair, atau seperti ada sesuatu yang mengganjal?
Bisa jadi mata sedang memberikan sinyal bahwa ia membutuhkan istirahat.
Mata kering merupakan salah satu keluhan yang dapat muncul ketika permukaan mata tidak mendapatkan kelembapan yang cukup. Kondisi ini dapat terjadi karena produksi air mata berkurang, air mata menguap terlalu cepat, atau kualitas lapisan air mata tidak cukup baik untuk menjaga permukaan mata tetap nyaman.
Mengapa Menatap Layar Bisa Membuat Mata Kering?
Salah satu kebiasaan yang sering tidak disadari saat menggunakan perangkat digital adalah berkurangnya frekuensi berkedip.
Ketika sedang fokus membaca pesan, mengedit foto, menonton video, bekerja di depan laptop, atau bermain media sosial, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Padahal, berkedip membantu menyebarkan lapisan air mata ke permukaan mata sehingga tetap terlindungi dan lembap.
American Academy of Ophthalmology menyebutkan bahwa aktivitas seperti membaca dan menggunakan komputer dalam waktu lama dapat mengurangi frekuensi berkedip dan memperburuk keluhan mata kering.
Inilah sebabnya seseorang mungkin merasa matanya baik-baik saja ketika baru mulai bekerja. Setelah beberapa jam, barulah muncul rasa sepet, perih, lelah, atau penglihatan yang terasa kurang nyaman.
Apa Saja Gejala Mata Kering?
Mata kering tidak selalu terasa sama pada setiap orang. Beberapa orang mungkin merasakan mata seperti kekurangan air, sementara yang lain justru mengalami mata berair.
Beberapa gejala yang umum antara lain:
- Mata terasa sepet atau kering.
- Mata terasa perih atau panas.
- Sensasi seperti ada pasir atau benda asing di mata.
- Mata mudah lelah.
- Mata terlihat merah.
- Lebih sensitif terhadap cahaya.
- Penglihatan terasa buram atau tidak stabil.
- Mata justru sering berair.
Menariknya, mata berair bukan berarti mata terbebas dari masalah kekeringan. Iritasi akibat mata kering dapat memicu keluarnya air mata sebagai respons tubuh.
Karena itu, jangan langsung menganggap mata berair sebagai tanda bahwa kondisi mata sedang baik-baik saja.
Faktor Lain yang Bisa Memperparah Mata Kering
Selain terlalu lama menatap layar, ada berbagai faktor lain yang dapat membuat mata lebih mudah mengalami kekeringan.
Lingkungan dengan udara yang terlalu kering, angin, asap rokok, serta paparan AC atau kipas secara langsung dapat meningkatkan ketidaknyamanan pada mata. Penggunaan lensa kontak dalam waktu lama juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan mata kering.
Beberapa jenis obat dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat berhubungan dengan munculnya mata kering. Karena penyebabnya beragam, keluhan mata yang terus berulang sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai akibat terlalu lama bermain ponsel.
Cara Sederhana Menjaga Mata Tetap Nyaman Saat Bekerja di Depan Layar
Kabar baiknya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi ketegangan mata selama menggunakan perangkat digital.
1. Terapkan aturan 20-20-20
Salah satu kebiasaan yang populer adalah aturan 20-20-20.
Setelah menggunakan layar selama sekitar 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.
Kebiasaan sederhana ini membantu memberikan jeda dari aktivitas melihat pada jarak dekat.
2. Jangan lupa berkedip
Saat sedang fokus bekerja, kita sering lupa berkedip.
Cobalah secara sadar mengingatkan diri untuk berkedip lebih sering, terutama ketika sedang membaca atau mengedit sesuatu di layar.
Berkedip membantu menyebarkan air mata ke permukaan mata dan menjaga kelembapannya.
3. Atur posisi layar
Layar sebaiknya ditempatkan pada posisi yang nyaman sehingga mata tidak terus-menerus bekerja dalam kondisi yang melelahkan.
Hindari pula paparan cahaya yang terlalu menyilaukan. Sesuaikan tingkat kecerahan layar dengan kondisi ruangan.
4. Berikan jeda pada mata
Jika pekerjaan memungkinkan, ambil jeda secara berkala.
Bangun dari kursi, melihat ke kejauhan, atau sekadar memejamkan mata beberapa saat dapat menjadi kebiasaan kecil untuk mengurangi aktivitas melihat layar secara terus-menerus.
5. Hindari udara yang langsung mengenai mata
Jika bekerja di ruangan ber-AC atau menggunakan kipas, usahakan aliran udara tidak langsung mengarah ke wajah.
Udara yang bergerak terus-menerus dapat mempercepat penguapan air mata dan membuat mata terasa semakin tidak nyaman.
6. Pastikan tubuh cukup terhidrasi
Minum air yang cukup merupakan bagian dari kebiasaan menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Meski mata kering memiliki banyak kemungkinan penyebab dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan minum air, menjaga pola hidup yang baik tetap penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Jangan Tunggu Mata Terasa Sangat Perih
Sering kali kita baru memperhatikan kesehatan mata ketika keluhannya sudah mengganggu aktivitas.
Padahal, rasa sepet, perih, lelah, atau sensasi mengganjal dapat menjadi tanda bahwa mata sedang mengalami ketidaknyamanan.
Bagi orang yang sehari-hari bekerja sebagai content creator, fotografer, admin media sosial, pekerja kantoran, programmer, mahasiswa, atau siapa saja yang menghabiskan banyak waktu di depan layar, menjaga kesehatan mata seharusnya menjadi bagian dari rutinitas.
Mata bukan hanya alat untuk melihat layar.
Mata membantu kita membaca, bekerja, berkomunikasi, menikmati pemandangan, melihat wajah orang-orang yang kita sayangi, hingga mengabadikan berbagai momen penting dalam kehidupan.
Karena itu, jangan menunggu sampai mata benar-benar mengganggu aktivitas baru mulai memperhatikannya.
Kapan Sebaiknya Memeriksakan Mata?
Jika keluhan mata kering terus berulang, semakin berat, atau mengganggu penglihatan dan aktivitas sehari-hari, sebaiknya lakukan pemeriksaan mata.
Gejala mata kering dapat menyerupai berbagai kondisi mata lainnya. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan mata dapat membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai. National Eye Institute juga menjelaskan bahwa dokter dapat melakukan pemeriksaan mata untuk mengevaluasi kondisi mata kering sekaligus mencari kemungkinan masalah mata lainnya.
Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa setiap mata merah atau perih pasti disebabkan oleh mata kering.
Menjaga Mata di Tengah Kesibukan Digital
Pengalaman bekerja berjam-jam di depan kamera dan layar membuat saya semakin sadar bahwa kesehatan mata sering kali baru mendapatkan perhatian ketika mulai terasa tidak nyaman.
Padahal, menjaga mata tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit.
Mulai dari mengurangi waktu layar yang tidak diperlukan, memberikan jeda, lebih sering berkedip, mengatur lingkungan kerja, hingga memperhatikan gejala yang muncul.
Kebiasaan kecil tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi pengingat penting untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata.
Jangan sampai terlalu sibuk mengejar pekerjaan, membuat konten, atau mengabadikan momen sampai lupa bahwa ada bagian tubuh yang juga membutuhkan perhatian.
Mata SePeLe jangan disepelein.
Jika ingin mengetahui pengalaman pribadi saya ketika mengalami mata terasa sepet, perih, dan lelah setelah seharian mendokumentasikan sebuah acara, baca juga artikel “Di Balik Lensa, Ada Mata yang Berjuang Menghadapi Mata Kering” di Bunda Eni.
Semoga pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menyelesaikan pekerjaan yang ada di depan kita.
Karena momen penting mungkin hanya datang sekali, tetapi mata akan menemani kita melihat begitu banyak momen lainnya.
